Berisi tumpahan keboringan seorang Talitha Humairo yang berasal dari perasaan beliau (?) dan juga dari otaknya yang murni , hahaha lebay. Ini dia saya persembahkan obat keboringan yang diminum 10X sehari hahaha ngaco //_" oke deh enjoy it :)

Rabu, 08 Februari 2012

Melajang Bukan Berarti Hidup Berantakan

MELAJANG alias hidup tanpa pasangan tak harus membuat Anda menjadi pecundang. Anda bukan tak memiliki pasangan, tapi waktu kedatangan si pasangan belum tepat. Nah, menjadi lajang bukan berarti hidup Anda berantakan kan. Toh, masih ada teman dan keluarga yang selalu menemani hari-hari Anda.

Semua orang merindukan sebuah hubungan percintaan. Tapi tak ada alasan tak menjalani kehidupan meski pasangan tak ada di sisi. Berikut tujuh tips sukses bagi seseorang yang melajang:

1. Menyesuaikan sikap
Selama Anda berpikir tidak bisa bahagia bila sendirian, maka akan terjadi. Anda memiliki pilihan bagaimana menangani kebahagiaan. Hubungi teman dan berbicara hal-hal positif. Lakukan beberapa hal baik yang terduga untuk sahabat Anda.

2. Selalu bersyukur
Hal sederhana yang mampu mengubah hidup seseorang adalah selalu bersyukur. Selalu bersyukur atas kenikmatan hidup seperti membelai kucing mendengkur, menghirup secangkir teh panas akan berdampak positif pada diri Anda.

3. Tentukan visi hidup ideal
Cari lokasi favorit Anda dan duduk diam selama beberapa menit. Kemudian tutup mata Anda dan ambil nafas dalam-dalam. Saat keadaan santai, Anda mulai membayangkan di mana akan tinggal?Jenis rumah yang akan ditempati? Pekerjaan apa yang ingin dilakukan?

4. Isi hari dengan kegiatan berarti
Setelah membayangkan kehidupan ideal, mulailah mengimplementasikannya segera. Bergabung dengan kelompok aktivis atau membantu aksi memerangi pemanasan global.

5. Atasi amarah
Anda harus bisa mengatur kadar emosional. Berpegang pada kemarahan hanya akan meracuni hidup Anda. 

Perempuan Lebih Tahan Sakit Ketimbang Laki-laki

LAKI-LAKI boleh saja memiliki tubuh yang lebih besar dan otot kuat daripada Kaum Hawa. Tapi, perempuan justru lebih tangguh menajan rasa sakit, nyeri, dan gangguan tubuh daripada pria. 

Apapun gangguannya, perempuan mengalami ketidaknyamanan lebih besar ketimbang laki-laki. Artinya, perempuan lebih menderita daripada laki-laki. Tapi, perempuan pula yang justru paling bisa mengatasi kondisi itu.

Demikian sebuah penelitian yang dilakukan UCLA Medical Centre. Penelitian melibatkan 11 ribu pasien. Ternyata, perempuan memiliki hormon estrogen yang meredam rasa sakit, termasuk saat mereka sedang menstruasi.

Dr Irene Wu, asisten profesor klinis Anaesthesiology di UCLA Medical Centre, menambahkan bahwa perempuan terbiasa menahan rasa sakit yang lebih lama dan sering karena nyeri saat menstruasi disetiap bulan, sehingga mereka lebih terbiasa.